Tanggal 29 dan 30 Januari 2009, saya beserta rekan-rekan dari tim outbond Jendela Nusantara mendapatkan kesempatan untuk menjadi Event Organizer pada kegiatan yang diadakan dan diikuti oleh HOD dari Hotel Mercure Jakarta. Kegiatan hari pertama diadakan di wilayah Desa Kemuning, Kabupaten Karanganyar. Meskipun udara dingin (karena memang di sana adalah wilayah perbukitan), namun tidak menciutkan minat para peserta untuk mengikuti kegiatan demi kegiatan yang disiapkan oleh tim Outbond.
Kegiatan pertama diawali dengan Hiking, yang dikomandoi langsung oleh mas Nardi Hidayat ketua tim outbond Jendela Nusantara. Pada awalnya peserta antusias sekali, terutama General Manager yang bernama Bapak Christoper, beliau selalu berada di urutan awal ketika Hiking. Pak Chris, (begitu sapaannya) terlihat semangat sekali dan tidak pernah mengeluh, benar-benar mencerminkan seorang leader yang memberikan contoh baik kepada anak buahnya.
Namun, sekitar sepertiga perjalanan, tiba-tiba ada seorang ibu yang kelelahan dan merasa tidak kuat untuk melanjutkan lagi. Dan akhirnya saya menemani beliau untuk istirahat dan kembali ke tempat awal acara, yang sekaligus menjadi tempat inti untuk semua kegiatan hari itu. Kami bercerita banyak sekali, dan banyak pelajaran hidup yang saya peroleh dari ibu tersebut. Seperti misalnya, bahwa dahulu beliau kesulitan untuk berbahasa Inggris, tapi beliau sekarang menjadi ahli berbahas Inggris. Setelah saya Tanya, beliau memberi tips belajar bahasa Inggris, yaitu belajar lewat Radio, just listen first after that u can try to practice it. Mungkin begitu maksudnya.
Kembali ke cerita Outbond,…tepat sesuai perkiraan saya bahwa Pak Chris adalah orang yang pertama kali sampai ke tempat tujuan dan hebatnya beliau tidak terlihat kecapekan, mungkin karena memang dari segi postur tubuhnya, beliau terlihat paling berbakat menyelesaikan tantangan dengan medan berat dan perjalanan yang melelahkan. Setelah acara Hiking, peserta outbond dipersilahkan untuk istirahat dan makan siang terlebioh dahulu,…setelah makan siang, peserta mencoba berbagai permainan yang disiapkan oleh panitia, diantaranya :
1. ATV
Permainan dengan menggunakan ATV, dimana pertama kali masing-masing peserta menuliskan pertanyaan yang berhubungan dengan suasana/kondisi kantor mereka yang nanti akan dijawab oleh peserta lain setelah naik ATV dan mengelilingi arena sambil melihat pemandangan perkebunan teh yang indah dan menyejukkan. Ada beberapa pertanyaan yang menimbulkan perdebatan seru dan menunjukkan bahwa ada beberapa peserta yang kurang perduli dan kurang perhatian pada kantornya. Sebagai contoh, How many doors at Accounting office. Lucu sekali ketika melihat jawaban-jawaban para peserta yang sering meleset.
2. Flying Fox dengan inovasi
Seperti layaknya permainan Flying Fox, akan tetapi setiap peserta yang berada di atas diberi balon berisi air yang nantinya akan diberikan kepada rekannya yang berada di bawah. Peserta yang dibawah harus bisa menangkapnya sebagai ilustrasi bahwa dia mampu dipercaya dan mempercayai rekannya. Kesulitannya adalah meyampaikan benda tersebut kepada peserta yang ada di bawah, dan juga menangkap balon tersebut di mana balon mudah pecah dan di depan pijakan terdapat kolam ikan.
3. Paint Ball
Sama seperti Paint Ball pada umumnya, permainan ini hanya untuk refreshing agar peserta tidak merasa jenuh untuk mengikuti kegiatan. Maka diperlukan permainan dengan konsep kompetisi diantara para peserta.
Cerita-cerita indah di hari pertama cukup sekian dulu,…selanjutnya cerita di hari kedua….
Di hari kedua kita hanya melakukan kegiatan belanja di berbagai tempat wisata dan belanja di sekitar Solo dan Jogja. Di Solo, kita berangkat dari Hotel Ibis dan tempat tujuan pertama adalah di Pura Mangkunegaran. Kita semua berkeliling Mangkunegaran dan sesekali kita menanyakan makna-makna dan berbagai hal yang belum kami mengerti di pura Mangkunegaran.
Setelah dari Mangkunegaran, kita mengunjungi Kampung Batik Laweyan setelah itu kita pergi ke Jogja menuju alun-alun kidul tempat “Beringin Kembar Magic” berada. Hampir dari kita semua mencobanya, akan tetapi banyak sekali yang gagal lewat di antara kedua pohon Beringin itu. Konon katanya, tempat tersebut dahulunya dipakai untuk menguji kekuatan kaki para prajurit kraton.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment