Wednesday, November 11, 2009

Abnormal Return

Istilah Abnormal Return sering kali muncul di dalam dunia keuangan. Abnormal Return diartikan sebagai tingkat pengembalian yang dihasilkan oleh saham atau portofolio selama periode tertentu, di mana tingkat pengembaliaan ini berbeda dengan tingkat pengembalian yang diharapkan (Expected Rate of Return). Expected Rate of Return sendiri diartikan sebagai tingkat pengembalian yang diperkirakan dengan beberapa metode penilaian seperti Asset Pricing Model yang menggunakan data historis dalam jangka panjang, agar hasilnya lebih akurat.

Abnormal Return bisa berarti baik, namun juga bisa berarti buruk, tergantung kondisinya. Sebagai contoh, apabila setelah kita melakukan analisis terhadap saham A diperoleh bahwa Expected Rate of Return saham A sebesar 10%, namun dalam kenyataannya, Tingkat pengembalian yang dihasilkan oleh saham A sebesar 25%. Dalam kondisi semacam ini, Abnormal Return berarti positif (baik) karena melampaui nilai Expected Rate of Return. Berbeda apabila dalam kenyataanya, saham A memberikan tingkat pengembalian hanya sebesar 5%, ini berarti Abnormal Return saham A adalah negatif (buruk).

Abnormal Return suatu saham juga bisa dikatakan positif dan negatif berdasarkan perbandingan Return saham dengan Return index dalam jangka waktu yang sama. Apabila return saham di bawah return Index, dapat dikatakan bahwa saham tersebut dalam kondisi underperform. Sebagai contoh, Saham CPIN dalam bulan Januari 2009 sampai Juli 2009 menghasilkan Return sebesar 50%. Sedangkan IHSG memberikan Return sebesar 25%, maka dikatakan bahwa saham CPIN memberikan Abnormal Return Positif.

No comments:

Post a Comment